Tentang Mimpi Ibu Bapak

 Assalamualaikum


Hai, apa kabar? Semoga baik yah.


Kali ini, aku mau berbagi sedikit cerita sama kalian, tentang mimpi kedua orang tua ku. Dan, tentang mimpi aku sendiri tentunya.

Semoga bisa memberikan motivasi untuk kalian ya!





🍁🍁





Bapak dan Ibu. Rupanya, mereka memiliki mimpi khusus untuk anak perempuan pertamanya dan anak perempuan satu-satunya ini. 


Bapak :"Mba, gimana kalau kamu jadi dokter, supaya bisa mengobati orang yang sakit nanti?"


Aku :"Kalau tidak harus menjadi dokter, tetapi aku bisa membantu mengobati orang sakit, gapapa, Pak? Bukan sakit fisik, tapi sakit yang lain. Aku bisa membantunya lewat tulisan. Mungkin terdengar tidak masuk akal, tapi apa Bapak tahu, banyak dari mereka yang memiliki masalah dengan mental, bisa disembuhkan hanya lewat sebuah tulisan."



***



Ibu :"Mba, Ibu dulu pengen sekali jadi guru. Tapi, gak kesampaian. Apa kamu mau mewujudkan mimpi ibu untuk menjadi seorang guru nanti?"


Aku :"Bu, In Sya Allah, aku bisa menjadi guru. Meski bukan secara langsung, tetapi akan aku pastikan tulisan-tulisan ku bisa memberikan ilmu bagi banyak orang."


Aku :"Maaf Pak, Bu, anak mu tidak bisa memenuhi mimpi kalian sepenuhnya. Tapi setidaknya, inti rasa ingin dari mimpi kalian bisa aku wujudkan suatu saat nanti. Doakan anak mu, ya?" 


Pada intinya, kita tetap menetap pada apa yang menjadi tujuan kita sejak awal. Meski berbagai tuntutan atau bahkan paksaan menghadang di tengah jalan, pastikan kita bisa melewatinya dengan tabah. 


Kita tidak perlu memaksakan kehendak orang lain, atas apa yang memang tidak berdasar pada keinginan diri kita sendiri. Kita punya mimpi, yang di mana ketika kita bisa menaklukannya suatu saat nanti, akan membuat kita merasa bahagia secara sukarela. 


Mungkin orang tua punya mimpi yang besar untuk anaknya. Orang tua memiliki harapan yang tinggi terhadap anak-anak mereka. Tetapi, jangan lupa bahwa setiap anak pun memiliki mimpinya sendiri. 


Bukan berarti kita akan menjadi anak durhaka jika tidak menuruti apa mau mereka. Namun, jika tentang mimpi, yang mutlak dipuaskan pertama kali adalah diri sendiri, bukan orang tua. 


Yakin saja, bahwa menjadi apa pun, jika memang kita mengusahakannya dengan sungguh-sungguh hingga kata berhasil menyambut nanti, orang tua tetap akan merasa senang dan bangga. Setidaknya, melihat anak-anak mereka sukses di depan mata jauh lebih berharga dari pada kepuasan mimpi mereka yang bisa saja keberhasilannya tidak akan sama karena di bersamai kata terpaksa. 


Yang paling penting, cintai mimpi kita, tekuni cita-cita kita, berusahalah dengan sungguh-sungguh, dan jangan lupa berdoa dalam segala langkah, sertakan Allah dalam segala hal. Kemudian yakinlah bahwa kita bisa!


We are strong humans who will become big and successful people later. Love our dream and conquer it for real! Spirit!! 


-salam hangat, istandna.

Komentar

  1. Good girl. Lanjutkan mimpi mu. Semoga segala harapan baik bisa segera terelasasikan. Smart girl, spirit!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ending (Bulan Merah Jambu)

Bandung Setelah Hujan

Rezeki