Rezeki
Assalamualaikum
Bahas Rezeki bersama Bapak Ir. Adiwarman Azwar Karim, SE., MBA., MAEP. yuk!
Eits, tapi kalian harus baca sampai habis ya, karena ada ilmu istimewa seputar rezeki yang dibagikan oleh Bapak Ir. Adiwarman Azwar Karim, SE., MBA., MAEP. di akhir paragraf!!
.
.
Bicara soal Rezeki, kebanyakan orang akan mendefinisikannya dengan satu kata ini "uang/harta" atau kekayaan dan juga kesejahteraan dalam hidup.
Kalian tahu gak sih kalau rezeki itu bukan hanya sekedar uang/harta, tetapi lebih dari itu. Bahkan rezeki berupa uang itu terbilang paling rendah ukurannya di mata orang-orang bijak. Dan asal kalian semua tahu, rezeki itu banyak macamnya.
Aku kasih tahu ya, hidung yang saat ini kamu miliki dimana masih bisa berfungsi dengan baik itu juga termasuk rezeki dari Allah. Bukankah menghirup oksigen lewat hidung pemberian Allah itu gratis? Rezeki bukan? Tentu saja!
Aku bisikkan sesuatu, dua mata yang kamu punya dimana masih dapat digunakan untuk melihat dengan jelas itu juga rezeki loh. Coba pikirkan dengan nasib orang diluar sana yang tidak seberuntung kamu karena Allah cabut satu nikmat melalui mata. Tapi tetap saja, akan selalu ada kelebihan disetiap kekurangan seseorang.
Denger baik-baik, rumah yang kamu anggap sederhana, kuno dan tidak menarik itu juga rezeki yang patut disyukuri. Memangnya kamu tidak pernah melihat orang-orang diluar sana yang tidak memiliki atap meski untuk sekedar berteduh saja. Melihat mereka yang setiap hari harus berpindah mencari tempat untuk sekedar berbaring dengan layak. Sebelum mengeluh, coba pikirkan sekali lagi ya.
Hey, sepiring nasi yang tersedia di depanmu saat pagi menjelang itu juga rezeki berharga. Iya! Coba ingat kembali ketika kamu sedang berpuasa, baru beberapa jam tidak makan saja sudah banyak keluhnya. Lapar, haus, lelah. Sekarang coba kamu bayangkan orang diluar sana yang dimana untuk mencari sesuap nasi saja, sulitnya bagaikan mencari jarum ditumpukkan jerami.
Sekarang, coba kamu lihat kedua wajah Ayah dan Ibumu. Jika masih dapat kamu jangkau kedua wajah mereka secara langsung di depan matamu, sungguh itu adalah rezeki yang amat berharga yang Allah kasih buat kamu. Tetapi jika tidak kamu temukan salah satu dari mereka atau bahkan keduanya, kamu tidak perlu sedih karena kamu masih punya Allah.
Mari pergi dan bercermin, lihat secara keseluruhan tubuhmu sendiri dari atas kepala sampai ujung kaki. Masih lengkap? Tidak ada rasa sakit? Semua terasa baik-baik saja? Masya Allah, itu adalah rezeki paling tinggi yang Allah beri. Nikmat sehat adalah nikmat paling tinggi dari Allah.
Kalian tahu gak sih, bagaimana caranya supaya kita sebagai seorang anak bisa menjadi rezeki yang paling utama bagi kedua orang tua kita? Ada caranya, yaitu menjadi seorang anak yang Sholeh dan Sholehah. Menjadi ladang pahala bagi kedua orang tua, bukankah sebuah hal yang indah? Sangat indah dan bermakna.
Sebenarnya masih banyak sih, tapi aku persingkat saja dan langsung ke intinya.
So, buat kalian yang masih beranggapan bahwa rezeki itu hanya sebatas uang/harta mulai sekarang rubah definisi itu dalam diri kalian. Oke? Allah itu Maha Kaya, Maha Adil, Maha Pemberi, Maha Pengasih juga Maha Penyayang. Bagi Allah, uang/harta itu bukanlah apa-apa. Tetapi masih banyak yang tergoda, sampai rela melakukan apapun untuk bisa mendapatkannya.
Oh ya! Kalian mau tau nggak, apa rezeki yang paling berharga, paling indah, paling tinggi derajatnya dan yang paling patut untuk disyukuri? Tetapi, sangat sulit untuk didapatkan. Bisa dibilang hanya orang-orang terpilih yang Allah kasih. Dan untuk mendapatkannya, perlu usaha yang maksimal bukan hanya perkara Dunia tapi juga Akhirat. Apa rezeki itu?
Rezeki tersebut adalah Husnul khatimah. Mengakhiri Senda gurau ini, mengakhiri kehidupan ini dengan Husnul khatimah. Cara kematian yang diinginkan seluruh umat manusia.
Gimana teman-teman, nikmat Allah mana lagi yang kamu dustakan?
Belum berakhir sampai disini, karena kalian harus baca, pahami, dan maknai dalam-dalam pelajaran yang dibagikan oleh Bapak Ir. Adiwarman Azwar Karim, SE., MBA., MAEP. Kalimatnya seperti ini, baca baik-baik ya!
Bapak Ir. Adiwarman Azwar Karim, SE., MBA., MAEP. berkata :
"Jadi dalam Ilmu Tasawuf disebutkan bahwa rezeki yang paling rendah itu adalah HARTA. Rezeki yang paling tinggi itu adalah KESEHATAN. Rezeki yang paling utama itu adalah ANAK-ANAK YANG SHOLEH-SHOLEHAH. Dan rezeki yang paling patut di syukuri itu adalah HUSNUL KHATIMAH. Mengakhiri permainan ini, mengakhiri hidup kita ini dengan akhir yang baik 'husnul khatimah'."
Berada di ujung kata, semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum
Komentar
Posting Komentar