Lebih respect mana?
Assalamualaikum
Bagaimana kabar kalian, semoga baik-baik saja ya. Dan semoga kita sama-sama berada dalam lindungan Allah SWT, Amiin.
Tulisan kali ini, aku bawa sesuatu yang berbeda dan menurut aku pribadi, lebih spesial dan menarik.
🌷🌷
Bicara soal pandangan setiap manusia itu pasti berbeda-beda. Entah dalam hal menilai atau juga mengkritik. Terhadap diri sendiri, orang lain, atau apapun yang ada disekitar kita di mana memiliki daya tarik untuk dilihat oleh panca indera.
Nah, aku punya dua bahan untuk dibicarakan. Mungkin kebanyakan orang akan berpikir, topik kali ini tidak terlalu menarik. Tapi aku pribadi juga yakin, ada yang menilai positif untuk bahan perbincangan kali ini.
Aku cuma mau minta tolong sama siapapun kalian yang baca ini, untuk kasih pendapat dari segi pandangan kalian masing-masing, mengenai topik yang akan aku bahas di sini.
Langsung aja ya.
"Ada dua sosok menarik yang akan diceritakan."
Siapa mereka?
Apa yang menarik?
Kita bahas sekarang!
_______________
Yang pertama, seorang anak laki-laki berusia kurang lebih sekitar enam tahunan. Penampilannya sangat sederhana. Baju dan celana lusuh namun tetap terlihat rapi meski tidak sempurna. Matanya sayu dengan wajah tanpa ekspresi alias datar. Sifatnya.......aku pribadi tidak terlalu paham. Karena jujur saja, bertemu dengan anak itu bisa dihitung dengan jari, berapa kalinya. Tapi ada satu sisi menarik dari anak itu, sampai akhirnya aku memutuskan untuk menjadikannya sebagai topik di blog kali ini. Untuk namanya, mungkin privasi ya. Jadi sebut saja si "A"
Kebanyakan anak-anak di usia itu pasti menyibukkan dirinya dengan bermain bersama teman-teman bukan? Atau juga sibuk dengan game online di gadgetnya, untuk era milenial ini. Tapi berbeda dengan "A" ini. Di mana setiap pagi hari, mungkin teman-temannya sibuk dengan sekolah onlinenya. Namun, beberapa kali aku melihat si "A" ini berjalan seorang diri di tepi jalan besar. Menenteng karung besar di punggungnya, dengan tangan lainnya yang kosong. Aku mengamatinya baik-baik, tidak lama si "A" melangkah ke depan emperan toko yang menyediakan tong sampah besar. Kemudian si "A" ini mendekati tong sampah tersebut lalu mencari sesuatu di dalam sana. Lama berkutat dengan benda kotor itu, si "A" kemudian menggenggam satu buah botol aqua bekas yang beberapa detik setelah mengambilnya dari tong sampah, ia masukkan ke dalam karung besar yang bertengger di pundak kecilnya. Setelah itu, ia pergi. Kembali melangkah sembari terus mengedarkan pandangan ke segala arah. Berharap, apa yang baru saja ia temukan tersebut kembali ia dapatkan lebih banyak lagi.
Yah, sekecil itu, tetapi sudah berjuang sendirian menghadapi kerasnya dunia. Mungkin ini cara Tuhan untuk menguatkan lahir batin anak laki-laki itu. Melatih keteguhan hati serta kekokohan diri. Karena Tuhan selalu punya cara tak terduga untuk memfavoritkan hamba-Nya.
Ingin sekali bertanya pada anak laki-laki itu, jika diberi kesempatan untuk bertemu kembali. Seperti, "Bagaimana rasanya menjadi favorit Tuhan?"
Yah, aku menyebutnya sebagai anak laki-laki yang gagah, berani, mandiri. Suatu hari kelak, ia pasti akan menjadi lelaki tangguh dan berdedikasi. Memiliki jiwa yang kuat, serta fisik yang hebat.
Pelajaran yang bisa diambil dari sosok menarik pertama ini:
"Semua orang pasti memiliki kerumitan hidupnya masing-masing. Setiap dari mereka tentu mempunyai kapasitas kemampuannya sendiri-sendiri. Semua yang terjadi, sudah sesuai dengan porsinya. Tinggal bagaimana kita menghadapinya. Ingat, Tuhan selalu punya cara tersendiri untuk memfavoritkan hamba-Nya."
_____________
Yang kedua, sama. Seorang anak laki-laki berusia kurang lebih sekitar enam-tujuh tahunan. Pakaiannya tidak selusuh anak laki-laki pertama. Cukup bisa disebut, lebih baik. Sorot matanya tidak sesayu anak laki-laki pertama. Yang ini lebih berbinar, namun tidak sesempurna definisi yang sebenarnya. Gerakannya lebih lincah dari anak laki-laki sebelumnya. Sebut saja si "B"
Siang menjelang sore, si "B" ini berlari kecil di tepi jalan besar, sama, seorang diri. Sesampainya di suatu tempat, ia kemudian melangkah masuk, dengan tampang sumringahnya. Mendekati salah satu gadis remaja berkerudung pada tempat itu. Tanpa basa-basi, si "B" ini langsung mengulurkan tangannya dengan menengadah ke atas (bermaksud meminta sesuatu).
Si "B" ini berkata dengan tangan kanan yang masih terulur menengadah, "Kak, ada uang?"
Tampak gadis remaja itu menggeleng cepat. Mengisyaratkan bahwa ia tidak memiliki apa yang si "B" ini maksudkan dalam permintaannya tersebut.
Setelah mendapat balasan itu, si "B" kemudian melangkah keluar dari tempat tersebut-lebih tepatnya pergi meninggalkan gadis remaja yang tampak kebingungan akan kedatangan tiba-tiba anak laki-laki itu. Ada raut kecewa yang bisa terbaca dari raut wajah si "B" ini.
Yang sangat disayangkan ialah tidak bisa terbacanya mengenai apa yang terjadi di balik tindakan anak laki-laki itu. Sampai berani meminta pada orang-orang yang bahkan tak ia kenali sebelumnya. Mungkin karena pengaruh dalam keluarganya atau bisa juga pengaruh dari lingkungan sekitarnya. Meski begitu, pada dasarnya setiap apa yang terjadi pasti memiliki alasan dibaliknya.
Pelajaran yang bisa diambil dari sosok kedua ini:
"Tidak ada satu hal pun yang terjadi di dunia ini yang akan menyimpang dari alur di mana memang sudah digariskan Tuhan sejak awal kehidupan tercipta. Akan bagaimana, seperti apa, semua sudah diatur. Semesta bekerja sesuai kodratnya. Begitupun manusia. Bergerak atas apa yang telah dikehendaki Tuhannya. Karena pada dasarnya, setiap apa yang terjadi sudah pasti memiliki alasan dibaliknya."
_tbc_
Sudah selesai baca? Kalau gitu, bagaimana pendapat kalian dari dua gambaran berbeda yang dijabarkan di atas?
Jujur, aku butuh banget pendapat dari kalian. Soal pandangan kalian tentang dua gambaran di atas. Menurut kalian pribadi, lebih respect dengan sosok anak laki-laki yang pertama (si "A") atau sosok anak laki-laki yang kedua (si "B")?
Kalau kalian dikasih kesempatan untuk bertemu salah satu dari dua sosok anak laki-laki itu, kalian akan memilih untuk bertemu dengan siapa??
Tulis tanggapan kalian lengkap dengan alasannya di kolom komentar yaaaaaaaaaaa:)
Jazakallahu Khairan Khatsiran ❣️❣️❣️
Insya Allah, komentar kalian akan sangat berguna dan bermanfaat.
Wassalamu'alaikum
👇👇👇
Komentar
Posting Komentar