What is "appreciate?"

Appreciate = Menghargai


Menghargai berasal dari kata "harga" yang artinya memiliki nilai. 


And talk about "Menghargai" 


Menghargai ialah sebuah bentuk pemberian nilai terhadap seseorang, dimana sikap serta tindakan yang dilakukan mampu memberikan dampak positif bagi lawan bicaranya.


Sikap menghargai hanya bisa dimiliki oleh seseorang yang mempunyai kebijaksanaan dalam dirinya. Seseorang yang mampu menempatkan nilai melebihi ego yang dikuasainya. 


Menghargai bukan hanya soal menganggap ada, tetapi juga bagaimana kita dapat menjaga perasaan seseorang. Takkan menyakitinya meski secara tidak sengaja. Tidak sampai memberikan dampak negatif meski diluar pikiran nalar secara individual. 


Masih bingung ya? 


Gimana sih maksudnya?


Bentuk-bentuk lain mencakup kata "menghargai" itu banyak macamnya, seperti pemberian komentar, kritik, dan saran kepada orang lain atas apa yang berdasar pada pikiran pribadi masing-masing. 


Tapi, ketika kita berniat untuk memberikan salah satu dari bentuk yang tersebut di atas kepada orang lain diperlukan adab serta tata cara berlaku supaya tidak memberikan dampak negatif nantinya.


Apa saja adabnya? Kurang lebih begini : 

- Sebelum berbicara ada baiknya dipikirkan dulu dampak kedepannya terhadap diri sendiri maupun lawan bicara

- Perlu adanya sifat kepekaan terhadap lawan bicara, untuk memastikan bagaimana kondisi seseorang yang akan menjadi lawan bicara kita

- Sebaiknya kita pastikan terlebih dahulu mengenai kondisi baik hati, mental ataupun pikiran lawan bicara

- Saring dulu perkataan yang sekiranya akan dilontarkan kepada lawan bicara

- Dan yang paling penting, berusaha sebisa mungkin untuk menjaga perasaan lawan bicara

- Usahakan kalimat yang akan disampaikan tidak mengandung unsur negatif yang dapat memberikan dampak buruk pada lawan bicara

- Mengerti situasi

- Yang paling utama ialah, usahakan sebisa mungkin berikan ucapan yang dapat membangun sehingga tidak merugikan pihak lain



Terus contoh bentuk tidak menghargai itu gimana?

Contohnya seperti, kamu memberikan sebuah kritik atau komentar kepada orang lain dengan maksud serta tujuan untuk menjatuhkan orang tersebut. Dimana ucapan demi ucapan yang kamu berikan justru memberikan dampak negatif bagi orang lain. Seperti, membuatnya Insecure atau kehilangan kepercayaan diri, pikiran yang terganggu karena kata-kata yang kamu lontarkan terus berputar dalam kepalanya, membuatnya merasa tidak nyaman karena perkataan mu yang tidak membangun namun justru menjatuhkan atau bahkan menghina. 

Ingat Kalimat ini, LIDAH TIDAK BERTULANG TETAPI SANGGUP MEMATAHKAN BAHKAN TAJAMNYA MELEBIHI PEDANG

Jangan sampai hanya gara-gara perkataan kamu yang tidak berbobot itu sampai membuat orang lain merasa down, bahkan mengalami keputusasaan dalam hidup. Sungguh kamu bukan hanya menyakiti hatinya tetapi juga mentalnya. Itu bisa berakibat buruk bagi seseorang. 

Baik, aku persingkat saja.

Jadi menurut aku pribadi intinya itu gini, kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi baik hati, jiwa, pikiran, fisik, atau mental seseorang. Mungkin sedang bahagia atau bersedih? Kita hanya bisa menerka tanpa tahu yang sebenarnya. Jadi, jangan coba-coba merusaknya dengan anggapan atau mungkin komentar yang tidak mampu kita saring baik buruknya. Biasakan jika ingin berbicara, berkomentar, berargumen, atau memberi saran pada orang lain dipikirkan dulu baik-baik, disaring dulu kalau bisa, jangan asal nyablak. Saling menjaga perasaan sesama juga merupakan bentuk lain dari sikap menghargai.


Ya! Memberikan komentar ataupun saran kepada seseorang haruslah menuaikan nilai positif. Tidak mengandung sara atau unsur negatif lainnya. Dan juga tidak menyinggung apalagi melukai perasaan seseorang. Karena kita semua punya mulut dan orang lain punya hati. Orang lain punya mulut, kita juga punya hati. 

Tidak ada yang sempurna di dunia ini, apalagi manusia. Memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Tidak perlu saling menghina atau menjatuhkan. Kita semua sama-sama tercipta dari tanah dan akan kembali ke tanah. Jadi, jangan bersifat langit.

So? Menghargai itu penting. Pepatah mengatakan, "Hargai seseorang ketika kamu ingin dihargai" dan itu memang benar serta sangat perlu kita tekankan dalam hidup. Tapi masih banyak yang melupakan fakta tersebut. Sampai akhirnya menyepelekan seseorang, bahkan tidak tanggung-tanggung melukai perasaannya. Ya, itu bisa terjadi karena kita lupa bahwa semua orang memiliki nilai sendiri dalam hidup. Kamu punya nilai, mereka punya nilai, kita semua punya nilai. Berikan nilai kepada orang lain maka orang lain pun akan memberikan nilai secara cuma-cuma kepadamu. 


Tidak rugi ketika kita memutuskan untuk berbuat baik. Karena bayarannya itu lebih mahal dari apa yang paling berharga di dunia. 


Mari saling menghargai, demi kebaikan yang sudah pasti akan tertuai nantinya. Hasil yang memuaskan dan bayaran yang maksimal. 


Adakah dalil yang mendukung, seputar "Menghargai orang lain" dalam Al Qur'an?

Tentu!

Allah SWT berfirman dalam kitab suci Alquran Surah Al Hujurat Ayat 11 :


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."









*Singkat saja, jangan jadi pihak yang merugikan jika belum mampu menjadi pusat kebaikan*



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ending (Bulan Merah Jambu)

Bandung Setelah Hujan

Rezeki